Polri Hadapi Empat Masalah KronisSabtu, 28 November 2009 Sumber : Inilah.com 20/11/2009
 INILAH.COM, Jakarta - Meskipun Polri merupakan lembaga penegak hukum pertama kali yang mereformasi diri sejak 1999, tetapi institusi ini masih menghadapi empat masalah kronis.
"Pertama, masalah kronis yang ditinggalkan era 'polisi sebagai militer' terlalu banyak. Sampai sekarang, aspek kultur dan prilaku militer itu masih belum 100 persen selesai," ujar kriminolog UI Adrianus Meliala, Jumat.
Masalah kedua, kata Adrianus, adalah program reformasi yang dijalankan Polri kerap berjalan tidak sistematis, tidak tuntas dan bagi yang sudah pernah dibuat, tidak pernah dievaluasi lagi.
Sedangkan masalah Ketiga, kecepatan perubaan tidak sama di setiap fungsi atau satuan kerja (satker).
"Misalnya fungsi reserse dikenal sebagai yang paling sedikit dan susah perubahannya. Lalu, fungsi lalu lintas (lantas) dan Brigade Mobil (Brimob) malah maju pesat," ujarnya.
Kemudian, masalah keempat, menurut dia, reformasi tergantung ada-tidaknya perwira tinggi yang mau dan mampu menjadi 'champion' perubahan.
"Hal itu jumlahnya tidak banyak di Polri," ungkapnya.
Namun, Adrianus menyatakan dengan tegas, amat salah jika ada yang mengatakan, reformasi Polri harus dilakukan.
"Atau, selama ini tidak ada reformasi Polri. Justru Polri adalah lembaga penegak hukum pertama kali yang mereformasi diri sejak 1999 dan paling banyak perubahannya dibanding lembaga-lembaga penegak hukum dan lembaga-lembaga keamanan lainnya di Indonesia," katanya.
Ia lalu menunjuk pengakuan-pengakuan internasional dan nasional yang sudah banyak masuk setelah melihat kemajuan reformasi di tubuh Polri itu. [wdh]
|